Permen Karet Bisa Memicu Timbulnya Keriput

Mengunyah permen karet menjadi kebiasaan banyak orang bahkan ada tidak bisa lepas dari permen yang satu itu. Tapi beberapa ahli bedah plastik memperingatkan bahwa mengunyah permen karet bisa menyebabkan timbulnya keriput.

“Banyak pasien saya yang suka mengunyah permen karet memiliki pola kerutan tertentu di sekitar mulutnya, dan saya kira permen karet turut bertanggung jawab terhadap pola kerutan tersebut,” ujar Dr Joel Schlessinger, seorang dermatolog dan bedah plastik di Omaha, Nebraska, seperti dikutip dari Health24, Rabu (10/3/2010).

Para pakar menuturkan ada dua kemungkinan yang menjadi alasan mengapa mengunyah permen karet dapat menyebabkan keriput, yaitu:

1. Gerakan yang berulang-ulang dalam mengunyah permen karet bisa mengarah pada pergerakan otot yang berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya garis-garis atau lipatan di sekitar daerah mulut.
2. Permen karet dapat menghilangkan pengisi dermal (dermal fillers) yang disuntikkan ke wajah orang yang ingin menghilangkan benjolan kerutan di wajahnya.

“Terlalu sering mengunyah permen karet menyebabkan aktivitas otot yang berlebihan dan berpotensi memecah jaringan pendukung di bawah kulit. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap hilangnya volume jaringan dan elastisitas kulit,” ujar Dr. Hema Sundaram.

Meskipun demikian kesimpulan ini masih menjadi kontroversi, karena berdasarkan hasil penelitian dari Jerman pada Oktober 2009 justru menunjukkan permen karet memiliki beberapa manfaat seperti dapat meningkatkan konsentrasi dan pikiran positif seseorang. Selain itu juga meningkatkan kewaspadaan dan membantu seseorang yang sedang sakaw untuk berhenti merokok.

“Permen karet juga bisa merangsang aliran air liur, membantu mengurangi residu makanan yang tertinggal di gigi, menetralkan asal dalam mulut dan juga membantu remineralisasi sehingga mengurangi kerusakan gigi,” ujar Dr Jane Soxman, seorang dokter gigi pediatrik.

Karenanya Schlessinger menuturkan kemungkinan timbulnya kerutan akibat mengunyah permen karet hanya terjadi pada orang yang benar-benar kecanduan permen karet. Sebaliknya, hal ini jarang terlihat pada orang yang hanya sesekali saja mengunyah permen karet di mulutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: